Survei Motivasi Belajar Penjas Pada Siswa SLB Sekabupaten Karawang
Abstract
This study aims to determine the level of motivation to learn Physical Education in SLB students in Karawang Regency. The approach used in this research is quantitative, with survey methods and research design using cross sectional. The population in this study were all students of class VIII at the State Special School (SLB) and Special School (SLB) B Tunas Harapan, Karawang Regency, totaling 20 students, while the samples were taken according to the total population with a total sampling technique, obtained by class VIII from The two SLBs total 20 students as a class who will be given a questionnaire about student learning motivation. The data were processed using Microsoft Excel software. The results of this study indicate that the level of student motivation in physical education learning shows a percentage of learning motivation as much as 40% with moderate criteria. So it can be concluded that the level of student motivation in Physical Education learning can increase if the teacher is able to present the material well and fun, providing teaching through the form of games so that students do not feel bored when the learning takes place
References
Baharuddin, H & Wahyuni, EN. (2009). Teori Belajar dan Pembelajaran. Yogyakarta: AR-Ruzz Media Group.
Beltasar Tarigan. (2000). Penjas Adaptif. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Bown, H. Douglass. (2007). Prinsip Pembelajaran dan Pengajaran Bahasa. USA Embassy: Pearson Education, Inc.
Delphie, Bandi. (2006). Pembelajaran Anak Berkebutuhan Khusus. Bandung: Refika Aditama.
Ekojadmiko Sukarso. (2007). Model Pembelajaran Pendidikan Khusus. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Manajemen Pendidkan Dasar dan Menengah Direktorat Pembinaan Sekolah Luar Biasa.
Hamalik, Oemar. (2008). Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara.
Meimulyani, Yani, Asep Tiswara. 2013. Pendidikan Jasmani Adaptif. Jakarta: Luxima Metro Media.
Mohamad Uzer Usman, (2000). Menjadi Guru Profesional. Bandung: Rosdakarya.
Monty P.Satiadarma. (2006). Fungsi Terapeutik Bermain Bagi Anak Usia Sekolah. http://www.edukasi.net/artikel/index.php?id=27. Akses Pada 10 Agustu 2019).
Mulyono Abdurahman. (2003). Pendidikan Bagi Anak Berkesulitan Belajar. Jakarta: Depdikbud dan Rineka Cipta.
Nazir, M. (2003). Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia.
Purwaka, Hadi. (2005). Kemandirian Tunanetra (Orientasi Akademik dan Sosial). Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.
Rahayu, Ega Trisna. (2013). Strategi Pembelajaran Pendidikan Jasmani. Bandung: Alfabeta.
Santoso, Hargio. (2012). Cara Memahami & Mendidik Anak Berkebutuhan Khusus. Yogyakarta: Gosyen Publishing.
Somantri, T. Sutjihati. (2007). Psikologi Anak Luar Biasa. Bandung : Refika Aditama.
Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R& D. Bandung: Alfabeta
Sugiyono.. (2017). Metode Penelitian Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R& D. Bandung: Alfabeta.
Suherman, Adang. (2017). Teori Perkembangan Kurikulum Olah Raga. Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan, Universitas Pendidikan Indonesia: Bandung.
Supriyadi. (2005). Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka Cipta.
Wahyuni, Sri et al. (2010). Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan. Jakarta: Pusat Perbukuan Kementerian Pendidikan Nasional.
Yuniar, Sasanti. (2002). Adsme, Tinjauan Dari Sudut Medis, Makalah Seminar Nasional Pengembangan Anak Autis Dalam Perspektif Pendidikan. Surabaya : PGPLB FIP UNESA..


