Peran Silsilah Dalam Kitab Kejadian: Sebuah Analisis Sastra Dan Teologis

  • James Jonah Watopa Universitas Klabat
  • Fellix Gosal Universitas Klabat
  • Edward Taliwongso Universitas Klabat
Keywords: silsilah Kejadian; toledot; sejarah primeval; narasi patriarkal; perjanjian; identitas Israel

Abstract

Silsilah merupakan fitur menonjol dalam Kitab Kejadian, namun sering diabaikan pembaca modern yang lebih tertarik pada bagian naratif dramatis dan menganggap catatan silsilah sekadar daftar nama yang membosankan. Padahal, perikop-perikop ini berperan krusial dalam membentuk struktur, kerangka historis, dan pesan teologis kitab tersebut. Penelitian ini mengkaji fungsi sastra dan teologis silsilah dalam Kitab Kejadian, dengan perhatian khusus pada Kejadian 5 (Adam sampai Nuh), Kejadian 10 (Daftar Bangsa-bangsa), dan Kejadian 11:10–32 (Sem sampai Abraham). Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif berbasis teks dengan analisis sastra dan teologis, dalam kerangka konservatif yang menerima kepenulisan Musa, otoritas Kitab Suci, dan historisitas peristiwa yang dicatat dalam Kejadian. Hasil penelitian menunjukkan tiga fungsi utama silsilah. Pertama, sebagai elemen struktural yang mengorganisasi narasi melalui formula toledot yang muncul sebelas kali sepanjang kitab. Kedua, sebagai sarana teologis untuk menelusuri garis perjanjian dari Adam melalui Set, Nuh, Sem, hingga Abraham, memperlihatkan kesinambungan rencana penebusan Allah. Ketiga, sebagai fondasi identitas umat perjanjian yang menghubungkan komunitas iman dengan warisan leluhurnya. Dengan demikian, silsilah dalam Kejadian bukan sekadar daftar nama, melainkan komponen integral narasi Alkitab yang memadukan sejarah, teologi, dan identitas dalam rencana keselamatan Allah

Published
2026-07-20
How to Cite
Watopa, J., Gosal, F., & Taliwongso, E. (2026). Peran Silsilah Dalam Kitab Kejadian: Sebuah Analisis Sastra Dan Teologis. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 12(7.B), 1-9. Retrieved from https://jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/14707