Strategi Guru Dalam Mengatasi Kesulitan Membaca Pada Siswa Kelas II di SDN 1 Selengen
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan membaca siswa kelas II di SDN 1 Selengen yang ditandai dengan kesulitan membedakan huruf yang bentuknya mirip, kesulitan mengeja kata dengan lancar, serta kesulitan menghilangkan huruf atau kata saat membaca. Guru telah berupaya menerapkan berbagai strategi seperti pendekatan individual, pemberian perhatian ekstra, bimbingan belajar khusus, dan penggunaan metode fonik. Namun, efektivitas strategi tersebut belum pernah dikaji secara sistematis melalui penelitian ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis kesulitan membaca pada siswa kelas II, menganalisis strategi guru dalam mengatasi kesulitan membaca, serta mengidentifikasi faktor penghambat yang dihadapi guru di SDN 1 Selengen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur dengan guru kelas, kepala sekolah, dan siswa, serta dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana yang terdiri dari kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, triangulasi waktu, dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kesulitan membaca yang dialami siswa meliputi: (1) kesulitan membedakan huruf yang bentuknya mirip seperti 'b' dengan 'd', 'p' dengan 'q', 'm' dengan 'n', dan 'w' dengan 'v'; (2) kesulitan mengeja kata dengan lancar atau membaca terbata-bata; dan (3) kesulitan menghilangkan huruf atau kata saat membaca. Strategi yang digunakan guru untuk mengatasi kesulitan tersebut meliputi: (1) pendampingan kelompok kecil dan bimbingan individual dengan intervensi membaca intensif 15-20 menit setiap hari; (2) penggunaan metode suku kata yang dipadukan dengan media big book bergambar; (3) pemberian motivasi dan perhatian khusus melalui pujian dan dorongan; serta (4) program tantangan membaca di rumah yang melibatkan orang tua dengan pemberian stiker sebagai penghargaan. Adapun faktor penghambat yang dihadapi guru adalah: (1) kurangnya kesinambungan antara sekolah dan rumah karena kesibukan atau rendahnya kesadaran orang tua; (2) keterbatasan waktu pembelajaran dan sarana prasarana; (3) rendahnya minat dan motivasi baca siswa; (4) perbedaan kemampuan siswa yang signifikan dalam satu kelas; dan (5) kurangnya dukungan orang tua akibat perceraian, tingkat pendidikan rendah, atau kesibukan bekerja.

