Representasi Kecantikan Perempuan Dalam Drama True Beauty (Analisis Semiotika Roland Barthes Pada Drama True Beauty)

  • Sahira Meidina Jasmin Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Yola Amanda Yola Amanda yola0603202033@uinsu.ac.id
  • Hasan Sazali Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Maulana Andinata Universitas Sumatera Utara

Abstract

Kecantikan pada wanita tidak lagi bersifat relatif, melainkan menjadi universal. Adanya tanda-tanda tertentu dalam hal ini, sebagian besar diciptakan oleh manusia. Tujuan dari penelitian ini agar dapat mengetahui bagaimana representasi dn standar kecantikan di Korea Selatan melalui drama True Beauty. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif yaitu analisis semuitika. Adapun dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kecantikan fisik masih sangat dijunjung tinggi oleh Sebagian besar masyarakat di belahan dunia manapun. Masyarakat cenderung akan mengucilkan dan memperlakukan orang orang yang dianggap tidak memenuhi standar kecantikan yang mereka anut dengan buruk. Hal ini dapat dilihat dari beberapa adegan dalam drama True Beauty yang beberapa kali menampilkan adanya penindasan dan perbedaan perlakuan antara orang yang dianggap “cantik”  dan orang yang dianggap “jelek” dari masyarakat sekitar

References

Alex, Sobur. (2013). Semiotika Komunikasi. Bandung. PT Remaja Rosdakarya

Basil, Englis. (2019). Beauty Before the Eyes of Beholders: The Cultural Encoding of Beauty Types in Magazine Advertising and Music Television.

Budiman, Kris. (2011). Semiotika Visual : Konsep, Isu, dan Problem Ikonisitas. Yogyakarta : Jalasutra.

Bungin, Burhan. 2008. Konstruksi Sosial Media Massa. Jakarta: Kencana.

Dalimunthe, Maulana A, Saputra, Riski. (2021). Re-definisi Superioritas Kulit Putih Terhadap Kulit Hitam Dalam Film The Help.

Avant Garde 9 (02), 198-209.

Danesi, Marcel. (2012). Pesan, Tanda, dan Makna. Diterjemahkan oleh Evi Setyarini dan Lusi Lian Piantari. Yogyakarta: Jalasutra.

Eriyanto. (2015). Analisis Wacana; Pengantar Analisis Teks Media. Yogyakarta: Lkis

Hamdani. (2015). Globalisasi Media dan Penyerapan Budaya asing, Analisis pada Pengaruh Biludaya Populer Korea di Kalangan Remaja Kota Banda Aceh. Avant Garde Jurnal Ilmu Komunikasi, 3(1), 54-70.

Judhita, Well. (2017). Women and Communication Alternatives: Hope for the Next Century. Journalism and Mass Communications Quarterly. 73, 379-388.

Kim, J.-E. (2010). “ Korean Wave ” in China : Its Impact on the South Korean-Chinese Relations. (November), 28.

Sandhy, A., & Dwiningtyas, D. (2016). Pemaknaan Perempuan Terhadap Konstruksi Mitos Kecantikan dalam Media Online Femaledaily.com. Interaksi Online, 4(4), 1-11.

Sari, Anastasia. (2017). Rahasia Bahasa Tubuh: Sibak Tabir Bahasa Tubuh Untuk Memikat Hati Si Dia. Jakarta: Erlangga.

Sella, Y. P. (2013). Analisa Perilaku Imitasi Dikalangan Remaja Setelah Menonton Tayangan Drama Seri Korea di Indosiar ( Studi Kasus Perumahan Pondok Karya Lestari Sei Kapih Samarinda ). EJournal Ilmu Komunikasi, 1(3), 66– 80.

Topan, Niken F, E. (2020). PREFERENSI MENONTON DRAMA KOREA PADA REMAJA. JURNAL PUSTAKA KOMUNIKASI, 3(1), 37-48.

Wolf, Naomi. (2002). Mitos Kecantikan: Kala Kecantikan Menindas Perempuan. Yogyakarta: Penerbit Niagara

Published
2023-11-09
How to Cite
Jasmin, S., Yola Amanda, Y., Sazali, H., & Andinata, M. (2023). Representasi Kecantikan Perempuan Dalam Drama True Beauty (Analisis Semiotika Roland Barthes Pada Drama True Beauty). Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 9(21), 695-705. https://doi.org/10.5281/zenodo.10087090