Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Kampung Tematik Runway pada Budidaya Melon dan Ulat Maggot di Desa Rawa Rengas Kecamatan Kosambi Kabupaten Tangerang
Abstract
Adapun kendala dan hambatan yang dihadapi oleh masyarakat yaitu memiliki keterbatasan waktu dan tenaga karena serta kurangnya keterampilan manajemen yang ada pada masyarakat, sehingga pengelolaan usaha pertanian juga memerlukan keterampilan manajemen yang baik, seperti perencanaan, penganggaran, dan pemasaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Kampung Tematik Runway Pada Budidaya Melon dan Ulat Maggot di Desa Rawa Rengas Kecamatan Kosambi Kabupaten Tangerang. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah metode kualitatif, model penelitian yang bersifat deskriptif, tehnik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Melalui program pemberdayaan masyarakat berbasis kampung tematik runway pada budidaya melon dan ulat maggot di Desa Rawa Rengas Kecamatan Kosambi Kabupaten Tangerang masyarakat menjadi lebih luas pemahaman terkait pembudidayaan dengan memanfaatkan potensi lokal yang ada, sehingga menjadikan pemasukan finansial pada masyarakat tersebut, Pada kompetensi partisipasi masyarakat kampung tematik sebanyak 75% masyarakat berpartisipasi dengan adanya program tersebut, banyak masyarakat yang berpartisipasi dengan menghadiri pertemuan, lokakarya, atau kegiatan sosialisasi yang diadakan oleh pemerintah atau pihak terkait untuk menyampaikan informasi tentang program "Kampung Tematik Runway". 70% menyatakan bahwa pengetahuan dan keterampilan masyarakat bertambah, sehingga menciptakan SDM (sumber daya manusia) yang terampil untuk menangani masalah pemberdayaan melon dan ulat maggot di Desa Rawa Rengas. Sebanyak 80% responden mengatakan bahwa hasil program pemberdayaan masyarakat melalui program Kampung Tematik Runway pada budidaya melon dan ulat maggot di Desa Rawa Rengas meningkatnya output dan pendapatan dengan melestarikan lokal wilayah mereka. Sedangkan pada produksi serta pendapatan masyarakat desa Rawa Rengas meningkat hingga 60% setelah adanya program pemberdayaan masyarakat kampung tematik tersebut, dengan adanya program pemberdayaan masyarakat kampung tematik runway, nantinya tingkat akses pemasaran terhadap pasar dan peluang pemasaran produk lokal di Desa Rawa Rengas akan meningkat. Program Kampung Tematik yang dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Tangerang memberikan dampak positif bagi keberhasilan pertumbuhan kabupaten Tangerang.
References
Creswell, J. W. (2015). Penelitian Kualitatif & Riset. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Fatmasari, L. (2017). Tingkat Densitas Populasi, Bobot dan Panjang Maggot (Hermetia illucens) pada Media yang Berbeda.[Skripsi]. Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan. Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung. Lampung.
Mardikanto, T., & Soebianto, P. (2017). Pemberdayaan Masyarakat dalam Perspektif Kebijakan Publik. Bandung: Alfabeta.
Mardikanto, T., & Soebianto, P. (2018). Pemberdayaan Masyarakat dalam Perspektif Kebijakan Publik. Bandung: Alfabeta.
Martuti, N. K. T., Hidayah, I., & Sumaryanto, T. (2017). Preferensi Masyarakat Terhadap Program Kampung Tematik di Kota Semarang. Jurnal Riptek, 2(2), 11–22.
Mayang, A., Astuti, I., & Ratnawati, S. (n.d.). Analisis SWOT Dalam Menentukan Strategi Pemasaran (Studi Kasus di Kantor Pos Kota Magelang 56100). In Anissa Mayang Indri) Jurnal Ilmu Manajemen (Vol. 17).
Nurvica, D. (2016). ANALISIS KINERJA PELAYANAN KANTOR PERTANAHAN KABUPATEN TANGERANG DALAM MELAKSANAKAN SERTIPIKASI TANAH NEGARA MELALUI PROYEK OPERASI NASIONAL AGRARIA SKRIPSI Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Ilmu Sosial pada Konsentrasi Manajemen Publik.
Soedarya, A. P. (2010). Agribisnis Melon. Bandung: Pustaka Grafika
Sulistiyani, A. T. (2004). Kemitraan dan Model-model Pemberdayaan. Yogyakarta: Gaya Media.


