Pengaruh Dukungan Sosial Terhadap Penerimaan Diri Remaja Di Panti Asuhan Di Jakarta

  • Fidhiza Yaanaafi Ardiandaputri Universitas Tarumanagara
  • Roswiyani Roswiyani Universitas Tarumanagara
Keywords: Dukungan Sosial,, Penerimaan diri,, Remaja,, Panti Asuhan

Abstract

Remaja yang tinggal di panti asuhan seringkali mengalami masalah terkait kondisi emosional, salah satunya terkait penerimaan diri. Penerimaan diri penting untuk setiap individu dalam menjalani kehidupan yang bahagia. Beberapa faktor yang mempengaruhi penerimaan diri antara lain adalah pandangan terhadap diri sendiri, lingkungan yang menyenangkan, serta pola asuh yang baik. Namun selain itu, dukungan sosial dari orang terdekat juga dianggap mempengaruhi penerimaan diri seseorang. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dukungan sosial terhadap penerimaan diri remaja yang tinggal di panti asuhan di Jakarta. Hipotesis dari penelitian ini adalah adanya pengaruh dukungan sosial terhadap penerimaan diri remaja di panti asuhan di Jakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan teknik nonprobability sampling, incidental sampling. Sampel dari penelitian ini ialah remaja yang tinggal di panti asuhan di Jakarta berjumlah 137 orang. Pengujian hipotesis dari penelitian ini menggunakan uji regresi linear sederhana. Ditemukan pengaruh dari dukungan sosial terhadap penerimaan diri remaja di panti asuhan sebesar 12.1% (r = 0.348,  = 0.000). Sehingga dapat disimpulkan bahwa dukungan sosial memiliki pengaruh terhadap penerimaan diri.

References

Afandy, Y. (2017). Penerimaan diri pada penderita HIV/AIDS di Yogyakarta. Jurnal Fakultas Psikologi Ahmad Dahlan.

Dumaris, S., & Rahayu, A. (2019). Penerimaan diri dan resiliensi hubungannya dengan kebermaknaan hidup remaja yang tinggal di panti asuhan. Ikra-Ith Humaniora, 3(1), 71– 77.

Ermayanti, S., & Abdullah, S. M. (2007). Hubungan antara persepsi terhadap dukungan sosial dengan penyesuaian diri pada masa pensiun. Jurnal InSight, 5(2), 148–170.

Fatmawaty, R. (2017). Memahami psikologi remaja. Jurnal Reforma, 6(2), 55–65. https://doi.org/10.30736/RFMA.V6I2.33

Hartini, N., Machrus, H., Suminar, D. R., & Hery, N. (2000). Karakteristik kebutuhan psikologis anak panti asuhan (psychological needs of orphanage’s children).

Haryanti, D., Pamela, E. M., & Susanti, Y. (2019). Perkembangan Mental Emosional Remaja di Panti Asuhan. Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia, 4(2), 97–104. https://doi.org/10.26714/JKJ.4.2.2016.97-104

Kurniawan, M. D. (2013). Hubungan antara dukungan sosial dengan penerimaan diri penderita gagal ginjal terminal. Jurnal Psikologi, 7(2), 23–25.

Marni, A., & Yuniawati, R. (2015). Hubungan antara dukungan sosial dengan penerimaan diri pada lansia di Panti Wredha Budhi Dharma Yogyakarta. Empathy, 3(1), 1–7.

Masyithah, D. (2012). Hubungan dukungan sosial dan penerimaan diri pada penderita pasca stroke. Institut Agama Islam Negeri Sunan Ampel.

Permatasari, R. D. (2020). Hubungan antara dukungan sosial keluarga dengan penerimaan individu remaja yang mengalami menarche. Jurnal Kebidanan, 10(2), 93–102. https://doi.org/10.35874/JIB.V10I2.788Pradita, S. M., & Jumardi. (2017). Strategi pengurus Panti Asuhan Aisyiyah Muhammadiyah Jakarta Selatan dalam menunjang pendidikan anak. The 6th University Research Colloquium 2017, 305–314.

Prasetia, W. D. (2013). Hubungan penerimaan diri dengan rasa percaya diri pada siswa kelas X SMAN 1 Grati Pasuruan. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim .

Rahmah, S., Asmidir, A., & Nurfahanah, N. (2014). Masalah-masalah yang dialami anak panti asuhan dalam penyesuaian diri dengan lingkungan. Konselor, 3(3), 106–111. https://doi.org/10.24036/02014332993-0-00

Rahman, S., & Putri, P. S. (2017). Penyesuaian diri remaja yang tinggal di panti asuhan.

Psikovidya, 17(1), 14–19.

Rahmatullah, A. S. (2019). Motivasi sukses anak panti. The 8th University Research Colloquium, 205–212.

Resty, G. T. (2016). Pengaruh penerimaan diri terhadap harga diri remaja di Panti Asuhan Yatim Putri Aisyiyah Yogyakarta. Jurnal Riset Mahasiswa Bimbingan Dan Konseling, 5(1).

Rif’ati, M. I., Arumsari, A., Fajriani, N., Maghfiroh, V. S., Abidi, A. F., Chusairi, A., & Hadi, C. (2018). Konsep dukungan sosial. Jurnal Penelitian: Fakultas Psikologi Universitas Airlangga Surabaya.

Sary, Y. N. E. (2022). Kesehatan mental emosional korban perceraian pada anak usia dini di Panti Asuhan. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(4), 3680–3700. https://doi.org/10.31004/obsesi.v6i4.2227

Tentama, F. (2012). Manfaat penerimaan diri bagi difabel. Republika, 69.

Utami, N. M. S. N. (2013). Hubungan antara dukungan sosial keluarga dengan penerimaan diri individu yang mengalami asma . Jurnal Psikologi Udayana, 1(1), 12–21.

Virlia, S., & Wijaya, A. (2015). Penerimaan diri pada penyandang tunadaksa. Seminar Psikologi Dan Kemanusiaan, 372–377.

Vizza, N. A., & Ningsih, Y. T. (2019). Kontribusi dukungan sosial teman sebaya terhadap penerimaan diri remaja yatim atau piatu di panti asuhan. Jurnal Riset Psikologi, 2019(3). https://doi.org/10.24036/JRP.V2019I3.6881

Wahyudi, A., & Uyun, Q. (2007). Penerimaan diri dengan kecemasan terhadap masa depan pada remaja panti asuhan. Universitas Islam Indonesia.

Wahyudi, Q. (2016). Pengaruh dukungan sosial terhadap psychological well being narapidana usia remaja. Universitas Muhammadiyah Malang.

Widowati, F. S. (2018). Hubungan dukungan sosial teman sebaya dengan penerimaan diri remaja panti asuhan. Universitas Muhammadiyah.

Wini, N., Marpaung, W., & Sarinah. (2020). Optimisme ditinjau dari penerimaan diri pada remaja di panti asuhan. Proyeksi: Jurnal Psikologi, 15(1), 12–21. http://jurnal.unissula.ac.id/index.php/proyeksi/article/view/8144

Published
2024-01-09
How to Cite
Ardiandaputri, F., & Roswiyani, R. (2024). Pengaruh Dukungan Sosial Terhadap Penerimaan Diri Remaja Di Panti Asuhan Di Jakarta. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 10(1), 395-400. https://doi.org/10.5281/zenodo.10466630