Channel YouTube NCT Dream Dan Minat Belajar Aksara Hangeul
Abstract
Acara K-Pop (Korean Pop) merupakan salah satu acara yang saat ini sedang populer dan diminati masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh secara parsial dan simultan antara intensitas, isi pesan, dan daya tarik tayangan channel YouTube NCT Dream terhadap minat belajar Aksara Hangeul. Metode penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan pendekatan survei eksplanatori. Penelitian ini menggunakan teori pembelajaran sosial oleh Albert Bandura. Populasi dalam penelitian ini adalah NCTzen Bandung sebanyak 153 orang, diambil dengan menggunakan teknik simple random sampling dengan rumus Taro Yamane. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan studi literatur. Hasil yang diperoleh dengan menggunakan analisis regresi linier sederhana menunjukkan bahwa sub variabel tayangan channel YouTube yaitu intensitas menonton tayangan channel YouTube NCT Dream berpengaruh signifikan terhadap minat belajar aksara Hangeul pada NCTzen Bandung (nilai Sig. 0,001 <0.05 dan r² = 26.9%), isi pesan pada tayangan YouTube channel NCT Dream berpengaruh namun tidak signifikan terhadap minat mempelajari karakter Hangeul pada NCTzen Bandung (nilai Sig. 0.657 > 0.05 dan nilai r² = 3 %), dan daya tarik tayangan channel YouTube NCT Dream berpengaruh signifikan terhadap minat mempelajari karakter Hangeul di NCTzen Bandung (nilai Sig. 0.001 < 0.05 dan r² = 30.6%).
References
Abidin, Z. (2019). Hubungan antara tayangan K-Drama di televisi dengan perilaku pada anak remaja dalam mengimitasi Korean fashion. KOMUNIKA: Jurnal Dakwah Dan Komunikasi, 13(1), 65–79. https://doi.org/10.24090/komunika.v13i1.2075
Abidin, Z., Tayo, Y., & Mayasari. (2018). Fanaticism of a Korean boy band, “Shinee” as perceived by K-Popers “Shinee World Indonesia” in Karawang Regency. International Journal of Engineering & Technology, 7(3.30), 74. https://doi.org/10.14419/ijet.v7i3.30.18159
Ainiyyah, A. N., Gushevinalti, & Makhrian, A. (2023). Pengaruh daya tarik dalam live streaming Facebook terhadap keputusan pembelian (Studi pada pengikut akun MeyRiana Raha Gukguk di Facebook). Jurnal Kaganga, 7(1), 30–37. ttps://ejournal.unib.ac.id/jkaganga/article/view/24319
Annur, C. M. (2023). Pengguna YouTube di Indonesia peringkat keempat terbanyak di dunia pada awal 2023. Databoks. Tersedia di: https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2023/02/28/pengguna-youtube-di-indonesia-peringkat-keempat-terbanyak-di-dunia-pada-awal-2023 (diakses pada tanggal 14 Juni 2023).
Ardianto, E., Komala, L., & Karlinah, S. (2007). Komunikasi Massa: Suatu Pengantar Edisi Revisi. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.
Dewi, K. N., & Sujarwadi, B. (2023). Persepsi komunitas Jogja K-Poper tentang gaya hidup Korean Wave dalam chanel You Tube Sunnydahyein. Harmoni : Jurnal Ilmu Komunikasi Dan Sosial, 1(1), 29–45. https://doi.org/https://doi.org/10.59581/harmoni-widyakarya.v1i1.397 Persepsi
Duli, N. (2019). Metodologi Penelitian Kuantitatif: Beberapa Konsep Dasar Untuk Penulisan Skripsi dan Analisis Data dengan SPSS. Yogyakarta: Deepublish.
Effendy, O. U. (2018). Ilmu, Teori, dan Filsafat Komunikasi. Bandung: Citra Aditya Bakti.
Hakim, L. N. (2020). Urgensi revisi undang-undang tentang kesejahteraan lanjut usia. Aspirasi: Jurnal Masalah-Masalah Sosial, 11(1), 43–55. https://doi.org/10.22212/aspirasi.v11i1.1589
Haryani, E. (2023). Model Discovery Proses Kelompok Berbantuan Media Dialog Interaktif “Mata Najwa” Untuk Meningkatkan Minat dan Hasil Belajar. Ponorogo: Uwais Inspirasi Indonesia.
Lestari, W. A. (2022). Motif dan kepuasan khalayak penggemar budaya Korean Pop (KPOP) dalam penggunaan media online Coppamagz (Issue 8.5.2017) [UIN Syarif Hidayatullah Jakarta]. https://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/59729
Mardhiyah, A. N., & Imran, A. I. (2019). Penggunaan bahasa Korea (Hangeul) dalam Instagram sebagai bentuk presentasi diri. Nyimak Journal of Communication, 3(1), 61–75. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.31000/nyimak.v3i1.1128
Mujianto, H. (2019). Pemanfaatan Youtube sebagai media ajar dalam meningkatkan minat dan motivasi belajar. Jurnal Komunikasi Hasil Pemikiran Dan Penelitian, 5(1), 135–159. https://journal.uniga.ac.id/index.php/JK/article/view/588
Nurudin. (2007). Pengantar Komunikasi Massa. Jakarta: RajaGrafindo Pers.
Purnamasari, E. (2022). Pengaruh Hallyu terhadap minat mempelajari bahasa Korea di kalangan generasi Z di Indonesia: Studi kasus Pada komunitas Koreaphile [Universitas Nasional Jakarta]. http://repository.unas.ac.id/5295/
Slameto. (2003). Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.
Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif. Bandung: Alfabeta.
Sugeng, B. (2020). Fundamental Metodologi Penelitian Kuantitatif (Eksplanatif). Yogyakarta: Deepublish.
Susrini, N. K. (2010). Beken Dengan YouTube. Jakarta: Grasindo.
Ulya, H. K., & Yulianti. (2022). Hubungan tayangan channel Youtube Kimbab Family dengan minat belajar bahasa Korea pada subscribers. Bandung Conference Series: Communication Management, 2(2), 448–454. https://doi.org/https://doi.org/10.29313/bcscm.v2i2.3047
Valenciana, C., & Pudjibudojo, J. K. K. (2022). Korean Wave; Fenomena budaya pop Korea pada remaja milenial di Indonesia. Jurnal Diversita, 8(2), 205–214. https://doi.org/10.31289/diversita.v8i2.6989


